Indonesia Pasti Siap Hadapi Virus Corona

Keadaan Virus Corona Saat Ini di Indonesia

Pasien Positif Pertama Covid-19 

Sejak secara resmi Presiden RI yang menjabat bersamaan dengan menteri kesehatan, pada saat itu pada tanggal 2 Maret kemarin mengumumkan, bahwa terdapat kasus positif corona di Indonesia.

Hal itu membuat masyarakat semakin antusias terhadap serangan wabah tersebut.

virus covid-19
sumber: ayobandung.com

Sebelumnya, Indonesia dikatakan aman dari wabah yang mendunia itu. Namun, penularan terjadi pada seorang ibu dan anaknya di Depok setelah bertemu dengan orang Jepang, yang ternyata dinyatakan positif terjangkit virus Covid-19 di Malaysia.

Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Corona

Standar Operasional Prosedur telah dilakukan berbagai pihak dari Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan yang lebih lanjut.

Baca Juga: 7 Jenis Makanan Yang Bisa Mencegah Corona 

Tentunya SOP mengenai penanggulangan wabah yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

Investigasi wabah merupakan salah satu SOP yang dilakukan pihak kesehatan untuk menanggulangi penyebaran wabah.

Mulai dari pencarian kontak dengan pasien, hingga dilakukan pengumpulan data atau surveilans terkait gejala penyakit radang pernafasan ini.

Upaya ini tidak hanya dilakukan oleh pihak kesehatan, seluruh jajaran terkait saling berkoordinasi untuk pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut.

Lalu apakah kita siap?

Data dan serba serbi tentang penyakit pernafasan

Statistik penderita Covid-19

Jumlah penderita 95.488 orang diseluruh dunia, dengan jumlah kematian 3.286 dan jumlah yang sembuh adalah 53.689.

virus corona
sumber: tirto.id

Jika dilihat statistik epidemiologi secara global, penyakit yang ditimbulkan oleh virus Covid-19 ini, memiliki tingkat kematian 3,4% dari keseluruhan yang dilaporkan (WHO).

Di pusat terjadinya wabah, di China bahkan terus terjadi penurunan jumlah kasus dari waktu-waktu sebelumnya. Kematian diakibatkan oleh Covid-19 umumnya terjadi 14 hari sejak gejala pertama muncul.

Angka yang dapat terus diperbarui adalah jumlah pasien meninggal dan sembuh saja sampai saat ini.

Sehingga menurut WHO, belum dapat ditarik kesimpulan secara keseluruhan tentang angka kematian yang didapat dari keseluruhan kasus. 

Perbandingan dengan virus lain

Wabah yang mendunia sebelum Covid-19 terdapat beberapa diantaranya adalah SARS, MERS, dan Flu Babi. Secara berurutan tingkat kematiannya adalah 9,6%; 34%; dan 0,02%.

Baca Juga: 5 Tips Untuk Tetap Sehat dan Berenergi

Angka tertinggi penyebab kematian adalah MERS dengan angka kematian mencapai 34%. Gejala yang dimiliki oleh MERS hampir sama dengan Covid-19 namun keduanya merupakan flu yang memiliki keunikan tersendiri.

Penyakit dengan cara penyebaran yang sama 

Menurut CDC (Center for Disease Control and Prevention), sampai saat ini masih terus dipelajari penyebaran Covid-19 melalui apasaja.

Secara umum penularan yang terjadi melalui orang per orang. Kontak dekat antara dua orang tersebut kurang dari 2 meter melalui droplet/ partikel kecil dari orang terinfeksi yang batuk atau bersin.Umumnya penyakit menular pernafasan atas sampai bawah adalah melalui droplet.

Pneumonia, Meningitis, Tuberkulosis (TBC), SARS, MERS dan lainnya adalah penyakit dengan penularan persis melalui droplet. Berkaca dari penyakit SARS dan MERS yang telah mewabah di dunia yang kemudian dapat ditanggulangi secara global.

Namun yang menjadi sorotan disini adalah penyakit Tuberkulosis/TBC. Cara penularan penyakit TBC sama dengan Covid-19 namun memiliki perbedaan pada agen penyakitnya, Covid-19 oleh virus sedangkan TBC oleh bakteri Mycobacterium.

Mengapa kedua ini dibandingkan?

Kesiapan Indonesia Dalam Tanggulangi Covid-19 

Covid-19 dan TBC

Jika membandingkan dengan Covid-19, mungkin sama-sama menular atau bahkan lebih menular TBC, karena penelitian tentang TBC lebih jauh.

TBC dapat menular bahkan apabila dua orang bercakap-cakap, atau dengan bernyanyi dapat menyebarkan penyakit ini. Sehingga sebenarnya sama-sama berbahaya.

Jika dilihat statistik TBC yang ada dunia, pasti kita akan ngeri melihatnya. Sampai tahun 2018, sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat TBC.

Diperkirakan terdapat 10 juta orang menderita penyakit ini di seluruh dunia. Perbedaannya adalah kematian akibat TBC terjadi tidak secara cepat seperti Covid-19.

Kepanikan akibat Covid-19

Setelah diumumkan secara resmi tentang postifnya warga Indonesia oleh Covid-19, terjadi kepanikan masyarakat. Banyak masyarakat yang memborong masker, bahkan menimbun bahan makanan sampai menimbun masker.

menimbun masker corona
sumber: riauonline

Hal ini karena pemberitaan media yang sangat gempar. Masyarakat bisa saja gempar akibat virus Covid-19 yang sangat cepat menyebar. Bahkan obat atau vaksin untuk penyakit tersebut saja belum ditemukan.

TBC juga bahaya, apalagi TBC resisten obat, dengan penularan yang sama membutuhkan waktu yang lama dalam pengobatannya serta rasa sakit yang ditimbulkan akibat penyakit tersebut. Coba bayangkan apabila TBC seviral Covid-19?

Padahal kesehatan mental bisa dipengaruhi oleh berita yang menggemparkan, ketika berita viral dapat menurunkan kesehatan dalam jiwa sehingga dapat menurunkan antibody.

Sebuah hal yang satu-satunya dapat kita pertahankan untuk mencegah virus Covid-19.

Kita Siap Hadapi Covid-19

sumber: republika

Tapi apakah bedanya Covid-19 dengan TBC yang memiliki cara penularan yang sama? Meskipun berbeda banyak, namun dapat kita ambil 1 hal yang baik, yaitu cara penularan melalui droplet yang sangat mudah.

Hal ini yang bisa kita ambil pelajaran bahwa melindungi diri dari droplet adalah penting sebagai pencegahan penularan TBC juga.

Baca Juga: 9 Manfaat Bawang Putih yang Cukup Berpengaruh Bagi Kesehatan Anda

Puluhan tahun kementrian kesehatan dan dinas kesehatan juga melakukan sosialisasi terkait penyakit TBC, bahwa penyakit tersebut dapat menular dan juga dapat disembuhkan.

Pastinya masyarakat kita sudah tahu banyak tentang itu semua. Ini yang membuat kita siap menghadapi virus Covid-19.

Jika kita melihat data penyakit TBC di Indonesia, berkat kerja sama semua pihak, jumlah penderita penyakit ini semakin lama semakin menurun jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah yang sembuh juga semakin lama berangsur meningkat.

Jika masyarakat Indonesia dengan jajaran petugas kesehatan dapat menanggulangi penyakit TBC, lalu sudah bisa dipastikan bahwa kita siap menghadapi penyakit yang menular lewat droplet ini. 

Baca Juga: 20 Tanya Jawab Lengkap Seputar Virus Corona

Pustaka:

https://www.tbindonesia.or.id/page/view/11/situasi-tbc-di-indonesia

https://www.who.int/gho/tb/epidemic/cases_deaths/en/

https://www.cdc.gov/coronavirus/mers/about/transmission.html

https://www.worldometers.info/coronavirus/

https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-director-general-s-opening-remarks-at-the-media-briefing-on-covid-19---3-march-2020

https://www.worldometers.info/coronavirus/coronavirus-death-rate/#days

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/transmission.html

https://www.alodokter.com/mers

Peluang usaha sampingan